- Bika Ambon
Nama bika ambon yang disematkan pada makanan daerah Sumatera Utara ini dikarenaken dia adalah olahan bika yang sedikit dimodifikasi dengan jalan Ambon sebagai tempat pertama kali dijual dan dibuatnya makanan ini. Jalan Ambon sendiri bukanlah jalan di kota Ambon-nya Maluku, melainkan ada sendiri di Medan. Untuk lebih memperjelasnya, bika ambon merupakan sejenis kue yang dibuat dari adonan berupa tepung, santan, gula, dan kuning telur, namun nantinya akan difermentasi dengan menambah air nira. Penggunaan air nira kelapa itulah yang membuatnya berbeda dan menjadi produk baru khas dari ibukota Sumatera Utara, Medan.
Bahkan menurut salah seorang penjualnya, untuk membuat bika ambon agar bisa mengembang sempurna, telur yang dipakai adalah telur ayam yang baru menetas satu hari dan penggunaan santannya, harus berasal dari kelapa pinggir pantai. Tidak hanya itu, adonan yang telah dibuat nantinya harus melalui proses fermentasi air nira selama 7 jam agar benar-benar enak. Baru setelah adonan lengkap telah dibuat, nantinya akan diberi perasa makanan dan dioven selama satu jam. Kue khas Sumatera Utara dengan warna umum kuning ini dapat ditemui di jalan Majapahit, Medan Petisah, bahkan ada sekitar 30 sampai 40 toko yang menjualnya, khususnya sebagai oleh-oleh.
2. Lemang
Lemang adalah makanan khas Sumatera Utara yang dikatakan dibuat oleh bangsa Melayu, sehingga tersebar luas di Indonesia, Singapura, Malaysia, bahkan Brunei Darussalam. Di Indonesia, khususnya Sumatera Utara adalah salah satu wilayah yang paling dikenal sebagai tempat termudah mendapatkannya, bahkan salah satu kotanya bernama kota Tebing Tinggi punya julukan ‘Kota Lemang‘. Apa sih Lemang itu ? Lemang adalah makanan yang dibuat dari beras ketan yang telah bercampur dengan santan dengan proses pemasakan menggunakan perantara bambu. Biasanya sebelum dimasukkan ke bambu, nasi ketan akan terlebih dahulu dibungkus oleh daun pisang atau memasukkan daun pisang dulu ke bambu baru dimasuki beras ketan.
Yang unik dari pemasakan lemang adalah cara membakarnya, karena biasanya bambu akan dibakar dengan posisi tegak ke arah bara api. Setelah matang lemang bisa disajikan dengan cara langsung dimakan atau diberi tambahan lauk. Masyarakat Tanah Air sendiri kerap mengonsumsinya dengan cara memberi tambahan isian bercita rasa manis seperti kinca, serikaya, dan selai. Namun ada pula yang menambahkan rendang, telur, serta lauk pauk lain, bahkan bisa dikonsumsi bersama buah seperti durian. Rasa lemang original tanpa tambahan adalah rasa asin gurih karena ada santan yang merasuk ke beras ketan, bahkan terkadang ada yang menambahkan garam agar rasa dari makanan pokok Sumatera Utara ini lebih terasa.